Asuransi

Posted: 07/03/2010 in Asuransi
Tag:

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Industri asuransi di Indonesia akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang cukup pesat setelah pemerintah mengeluarkan deregulasi pada tahun 1980-an. Dan dipertegas lagi dengan keluarnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian. Dengan adanya deregulasi dan Undang-Undang tersebut pemerintah memberikan kemudahan dalam hal perijinan, yang tujuannya adalah untuk memacu tumbuhnya perusahaan-perusahaan baru, pada gilirannya akan meningkatkan hasil produksi/premi nasional.
Diharapkan dengan semakin berkembangnya industri asuransi di indonesia, maka akan semakin berkembang pula pertumbuhan ekonomi indonesia dari tahun ketahun akan semakin meningkat, Pada era globalisasi seperti ini kebutuhan masyarakat akan asuransi semakin meningkat oleh karena itu pertumbuhan atau perkembangan industri asurasi di indonesia semakin dan akan terus meningkat.
Pada dasarnya adanya asuransi akan menguntungkan masyarakat, karena dengan adanya asuransi kita sebagai penggunanya akan merasa aman setiap saat. Seiring dengan perkembangan nya produk- produk industri asuransi pun semakin banyak disesuakan dengan kebutuhan konsumennya hampir semua aspek kebutuhan konsumen dapat diasuransikan contohnya adalah : asuransi jiwa, rumah, mobil, proteksi diri, kesehatan, pendidikan anak, premi atau perangungannya pun semakin terjangkau disesuaikan dengan kemampuan para konsumennya dan kliemnya pun semakin mudah.
Pada masa kini juga ada dua basis asuransi yaitu asurasi konvensional yang sudah lama kita tahu danada juga asuransi syari ah yang keduanya sama sama baiknya pmasyarakat sebagai konsumen di berikan kebebasan untuk memilih mana yang mereka ingin kan sesuai dengan kebutuhan mereka .
Lembaga keuangan khususnya perbankan saat ini juga banyak yang mengeluarkan produk asuransi bagi para nasabah nya ada yang bekerja sama dengan lembaga asuransi yang sudah berdiri ada juga yang berdiri sendiri.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
Banyak definisi yang telah diberikan kepada istilah asuransi, dimana secara sepintas tidak ada kesamaan antara definsi yang satu dengan yang lainnya. Hal ini bisa dimaklumi, karena mereka dalam mendefinisikannya disesuaikan dengan sudut pandang yang mereka gunakan dalam memandan asuransi, dimana sesuai degan uraian diatas bahwa asuransi dapat dipandang dari beberapa sudut.

Definisi – definisi tersebut antara lain :
1. Definisi asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Dagang (KUHD) Republik Indonesia : “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikn penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya krena suatu peristiwa yang tak tertentu. Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung 4 unsur, yaitu :
a. Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi pepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur.
b. Pihak penanggung (insure) yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengadung unsur tak tertentu.
c. Suatu peristiwa (accident) yang tak tertentu (tidak diketahui sebelumnya).
d. Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu.

2. Definisi asuransi menurut Prof. Mehr dan Cammack : “Asuransi merupaka suatu alat untuk mengurangi resiko keuangan, dengan cara pengumpulan unit-unit exposure dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang bergabung”.

3. Definisi asuransi menurut Prof. Mark R. Green : “Asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi resiko, dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah obyek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu”.

4. Definisi asuransi menurut C. Arthur William Jr dan Richard M. Heins, yang mendefinisikan asuransi berdasarkan dua sudut pandang, yaitu :
a. “Asuransi adalah suatu pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukan oleh seseorang penanggun”.
b. “Asuransi adalah suatu persetujuan dengan mana dua atau lebih orang atau badan mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian finansial”.

Berdasarkan definis-definisi tersebut di atas kiranya mengenai definisi asuransi yang dapat mencakup semua sudut pandang : “Asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi risiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara menggabungkan sejumlah unit-unityang terkena resiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah yang cukup besar, agar probalitas kerugiannya dapat diramalkan dan bila kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proposional oleh semua pihak dalam gabungan itu”.
Pengetian Asuransi bila ditinjau dari segi hukum adalah : “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih dimana pihak tertanggung mengikat diri kepada penanggung, dengan menerima premi-premi Asuransi untuk memberi penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang di harapkan atau tanggung jawab hukum kepada kepada pihak ketigayang mungkin akan di derita tertanggung karena suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberi pembayaran atas meninggal atau hidupnya seseorang yang di pertanggungkan”.

B. PRINSIP – PRINSIP POKOK ASURANSI
Ada beberapa prinsip – prinsip pokok Asuransi yang sangat penting yang harus di penuhi baik oleh tertanggung maupun penanggung agar kontrak/perjanjian Asuransi berlaku (tidak fatal). Adapun prinsp – prinsip pokok Asuransi tersebut sebagai berikut :

a. Prinsip Itikad Baik (Utmost Good Faith)

Dalam menetapkan suatu kontrak atau persetujuan harus dilakukan dengan itikad baik dimana tertanggung dan penanggung tidak   diperbolehkan menyembunyikan suatu fakta yang dapat menyebabkan timbulnya kerugian bagi pihak lain.

b. Prinsip kepentingan yang dapat di Asuransikan (Insurable Interest)
Pada prinsipnya merupakan hak berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu resiko yang berkaitan dengan keuangan, yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dengan sesuatu yang dipertanggungkan. Selain itu, suatu yang dipertanggungkan tersebut.

c. Prinsip Ganti Rugi (Indemnity)
Berati mengembalikan posisi finansil tertanggung setelah terjadinya kerugian.

d. Prinsip Subrogasi (Subrogation)
Subrogation pada prinsipnya merupakan hak-hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransinya mengalami peristiwa kerugian.

e. Prinsip Kontribusi (Contribution)
Contribution pada dasarnya adalah suatu prinsip dimana penanggung jawab berhak mengajak penanggung lain yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada seorang tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing penanggung belum tentu sama besar.

f. Prinsip Sebab Akibat (Proximate Cause)
Proximate Cause adalah suatu sebagai aktif, efisien yang mengakibatkan terjadinya suatu peristiwa secara berantai atau berurutan tanpa intervensi suatu ketentuan lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independen.

C. PRODUK ASURANSI

a. Asuransi Kerugian
Menutup pertanggungan untuk kerugian karena kerusakan atau kemusnahan harta benda yang dipertanggungkan karena sebab – sebab atau kejadian yang dipertanggungkan (sebab – sebab atau bahaya yang disebut dalam kontrak atau polis asuransi).Dalam asuransi kerugian, penangung menerima premi dari tertanggung dan apabila terjadi kerusakan atau kemusnahan atas harta benda yang diryanggungkan makan ganti rugi akan dibayarkan kepada tertanggung. Yang termasuk Asuransi Kerugian :
 Polis Asuransi
Untuk setiap perjanjian perlu dibuat tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang mengadakan ptersebut disebut perjanjian. Bukti tertulis untuk perjanjian asuransi tersebut disebut polis.

Fungsi umum polis adalah :

1. Perjanjian pertanggungan.

2. Sabagai bukti jaminan dari penanggung kepada tertanggung untuk mengganti kerugian yang mungkin dialami oleh tertanggung akibat peristiwa yang tidak diduga sebelumnya, dengan prinsip :
a. Untuk mengembalikan tertanggung kepada kedudukannya semula sebelum mengalami kerugian.
b. Untuk menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan.

3. Bukti pembayaran premi asuransi oleh tertanggung kepada penanggung sebagai balas jasa atau jaminan penanggung.

b. Asuransi Jiwa
Menutup pertanggungan untuk membayarkan sejumlah santunan karena meninggal atau tetap hidunya seseorang dalam jangka waktu pertanggungan. Dalam asuransi jiwa, penanggungan menerima premi dari tertanggung dan apabila tertanggung meninggal, maka santunan (uang pertanggungan) dibayarkan kepada ahli waris atau sesorang yang ditunjuk dalam polis.

 Premi Asuransi
Menurut pengertian umum, premi adalah sesuatu yang diberikan sebagai hadiah atau derma atau suatu pembayaran tambahan diatas pembayaran normal. Dalam asuransi jiwa yang perlu diperhatikan adalah, penentuan tarif (rate ranking), karena hal tersebut akan menentukan besarnya premi yang akan diterima. Tarif atau premi yang ditetapkan harus bisa menuti claim (risiko) serta biaya-biaya asuransi, dan sebagian dari jumlah penerimaan perusahaan.
Dalam penentuan tarif asuransi, ada tiga elemen penting harus diperhatikan di dalam mengkalkulasikan premi itu, yakni :
a) Tabel Kematian (mortality tables)
b) Penerimaan Bunga (interest)

c. Produk Asuransi Kerugian

 Asuransi Kebakaran
 Asuransi Angkatan Laut
 Asuransi Kendaraan bermotor
 Asuransi Kerangka Kapal
 Construction All Risk (CAR)
 Property / Industrial All Risk
 Asuransi Customs Bond
 Asuransi Surety Bond

d. Produk Asuransi Jiwa

• Asuransi Jiwa Murni (Whole Life Insurance)
• Asuransi Jiwa Berjangka Panjang
• Asuransi Jiwa Jangka Pendek (Term Insurance)

D. FUNGSI ASURANSI

1. Transfer Resiko
Dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendnya (resiko) keperusahaan asuransi.

2. Kumpulan Dana
Premi yang diterima kemudian dihimpun oleh perusahaan asuransi sebagai dana untuk membayar resiko yang terjadi.

E. TUJUAN ASURANSI
Ditinjau dari beberapa sudut, maka asuransi mempunyai tujuan dan teknik pemecahan yang bermacam-macam, antara lain :

1. Dari segi Ekonomi, maka :
Tujuannya
Mengurangi ketidak pastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan.
Tekniknya
Dengan cara mengalihkan risiko pada pihak lain dan pihak lain mengkombinasikan sejumlah risiko yang cukup besar, sehingga dapat diperkirakan dengan lebih tepat besarnya kemungkinan terjadinya kerugian.

2. Dari segi Hukum, maka :
Tujuannya
Memindahkan risiko yang dihadapi oleh suatu obyek atau suatu kegiatan bisnis kepada pihak lain.
Tekniknya
Melalui pembayaran premi oleh tertanggung kepada penaggung dalam kontrak gantu rugi (polis asuransi), maka risiko beralih kepada penanggung.

3. Dari segi Tata Niaga, maka :
Tujuannya
Membagi risiko yang dihadapi kepada semua peserta program asuransi.
Tekniknya
Memindahkan risiko dari individu/perusahaan ke lembaga keuangan yang bergerak dalam pengelolaan risiko (perusahaan Asuransi), yang akan membagi risiko kepada seluruh peserta asuranis yang ditandatanginya.

4. Dari segi Kemasyarakatan, maka :
Tujuannya
Menanggung kerugian secara bersama-sama antar semua peserta program asuransi.
Tekniknya
Semua anggota kelompok (kelompok anggota) program asuransi memberikan konstribusinya (berupa premi) untuk menyantuni kerugian yang diderita oleh seorang/beberapa orang anggotanya.

5. Dari segi Matematis, maka :
Tujuannya
Meramalkan besarnya kemungkinan terjadinya risko dan hasil ramalan itu dipakai dasar untu membagi risiko kepada semua peserta (sekelompok peserta) program asuransi.
Tekniknya
Menghitung besarnya kemungkinan berdasarkan teori kemungkinan (“Probability Theoty”), yang dilakukan oleh aktuaris maupun oleh underwriter.

DAFTAR PUSTAKA

Sawitri, Peni & Hartanto, Eko, Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Jakarta, 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s