Pendidikan Kewarganegaraan

Posted: 03/03/2010 in Pendidikan Kewarganegaraan
Tag:

(Pasal 28 HAM).

Pasal 28.
Hak Asasi Manusia.
Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan dan merupakan pemberian dari Tuhan.HAM Berlaku secara universal.

Pasal 28A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.
Mengenai hak – hak Buruh.
sungguh miris nasib buruh di Indonesia. Berdasarkan hasil riset dari salah satu lembaga riset di Indonesia mengatakan bahwa pelanggaran hak-hak buruh yang paling parah adalah pada pegawai bank. Banyak pegawai Bank yang berstatus ‘kontrak’, teller yang menjadi core dari sebuah bank pun hanya pegawai ‘kontrak’, parahnya lagi pegawai ‘kontrak’ pun sudah merambat hingga posisi Junior Business Development..!
Pelanggaran hak buruh yang kedua terparah terjadi pada Anak Magang. Anak magang seharusnya dibayar, tetapi kenyataannya masih banyak yang tidak dibayar, diberi uang makan dan transport pun tidak. Anak magang benar-benar ‘diperbudak’, dengan gaji yang rendah (bagi yang dikasih) mereka dibebani pekerjaan setara pekerja yang sebenarnya. Si ‘Bos’ nya pun membujuk rayu bahwa ini untuk pengalaman, belajar bekerja, blabla blaaa, si anak pun terbujuk rayu hingga masa magangnya diperpanjang tanpa peningkatan gaji.

Pasal 28B
(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Mengenai Hak anak.
Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi Kalsel, Suryadi di Banjarmasin, Jum`at mengatakan fenomena pelanggaran atas hak-hak anak yang tinggi itu perlu ditekan dengan langkah-langkah strategis dan holistik.
Langkah tersebut strategis dan holisitik bisa berupa penegakan hukum (law enforcement), kerjasama lintas lembaga dan program, serta program yang terintegrasi.
Mengenai penegakan hukum, dia mengingatkan, hal itu harus dilakukan aparat berwenang agar menjadi efek jera bagi para pelaku tindak kekerasan pada anak.
Karena itu, peran berbagai pihak untuk turut memonitor tindak kekerasan pada anak sangat diperlukan guna efektifitas dan efesiensi pemberlakuan dan pelaksanaan hukum yang berlaku tentang perlindungan anak dan peradilan anak.
Tindakan pelanggaran hak-hak anak di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan
Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi Kalsel, Suryadi di Banjarmasin, Jum`at mengatakan fenomena pelanggaran atas hak-hak anak yang tinggi itu perlu ditekan dengan langkah-langkah strategis dan holistik.
Langkah tersebut strategis dan holisitik bisa berupa penegakan hukum (law enforcement), kerjasama lintas lembaga dan program, serta program yang terintegrasi.
Mengenai penegakan hukum, dia mengingatkan, hal itu harus dilakukan aparat berwenang agar menjadi efek jera bagi para pelaku tindak kekerasan pada anak.
Tindakan pelanggaran hak-hak anak di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) selama ini dinilai masih tinggi dan cukup memprihatinkan.
Tindakan pelanggaran hak-hak anak di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) selama ini dinilai masih tinggi dan cukup memprihatinkan.
Maka dari itu “Semua pihak harus urun rembug dalam menuntaskan permasalahan anak, Sudah saatnya kita duduk satu meja, untuk berdiskusi dan mencari solusi yang terbaik untuk pemenuhan hak serta perlindungan anak Indonesia,”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s